Hallo... Selamat datang kembali di blog ini everyone ! Kali ini akan ada beberapa postingan di blog ini. Isi dari postingan ini bertujuan untuk memenuhi tugas Kampus
Selasa, 03 Desember 2019
Senin, 11 November 2019
Selasa, 05 November 2019
LAPORAN
PRAKTIKUM
JARINGAN
KOMPUTER
(MODUL
4)
“VLAN Trunking ”
DISUSUN
OLEH:
RUDIANTO
SINFC-2019-04
(20190910133)
UNIVERSITAS
KUNINGAN
PRODI
SISTEM INFORMASI
2019-2020
KATA PENGANTAR
Assalamu'alaikum Wr.Wb.
Puji dan syukur saya panjatkan kepada
Allah SWT yang telah memberikan karunia dan nikmatnya, tak lupa sholawat dan
salam semoga tetap tercurah limpahkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW
kepada keluarga, sahabat, dan tak lupa kita selaku ummatnya yang taat dan patuh
pada perintah dan ajarannya.
Pada kesempatan ini saya ingin
menyampaikan Laporan Praktikum dengan judul "VLAN Trunking" sebagai bahan
penilaian terhadap aktivitas perkuliahan khususnya Praktikum Jaringan Komputer
di Laboratorium Fakultas Ilmu Komputer Universitas Kuningan.
Saya memohon maaf apabila dalam
penyusunan laporan ini ada kekurangan dan kesalahan penyusunan, semoga dapat
memberikan manfaat khususnya saya selaku penyusun laporan ini. Akhir kata saya
ucapkan terima kasih.
Wassalamu'alaikum Wr.Wb.
Kuninngan,
4 November
2019
Penyusun
DAFTAR
ISI
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Dasar Teori
1.2 Rumusan Masalah
1.3 Maksud Dan Tujuan
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Desain Jaringan
2.2 Konfigurasi VLAN
2.3 Tugas
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan
DAFTAR PUSTAKA
BAB
I PENDAHULUAN
1.1 Dasar Teori
Trunking pada Port
Switch
VTP (VLAN Trunking
Protokol) adalah adalah suatu protokol untuk mengenalkan suatu atau sekelompok
VLAN yang telah ada agar dapat berkomunikasi dengan jaringan. Atau menurut
sumber lain mengatakan suatu metoda dalam hubungan jaringan LAN dengan ethernet
untuk menyambungkan komunikasi dengan menggunakan informasi VLAN, khususnya ke
VLAN. VLAN Trunking Protocol (VTP) merupakan fitur Layer 2 yang terdapat pada
jajaran switch Cisco Catalyst, yang sangat berguna terutama dalam lingkungan
switch skala besar yang meliputi
beberapa Virtual Local Area Network (VLAN).
VLAN merupakan suatu
broadcast domain, sekumpulan port atau user yang kita kelompokkan. VLAN dapat
mencakup beberapa switch, hal ini dapat dilakukan dengan mengonfigurasi VLAN
pada bebarapa switch dan kemudian menghubungkan switch tersebut, dengan satu
pasang port per VLAN.
Trunk link tidak dibuat
untuk satu VLAN tertentu. Satu, beberapa, atau semua VLAN aktif dapat dilewati
antar-switch dengan mengguunakan satu trunk link.Adalah mungkin untuk
menghubungkan dua switch dengan link fisik terpisah untuk setiap VLAN. Namun
dengan semakin banyaknya VLAN yang dibuat, maka jumlah link dapat bertambah
dengan cepat. Cara yang lebih efisien adalah dengan menggunakan trunking. Untuk
membedakan kepemilikan traffic pada trunk link, switch harus mempunyai metode
untuk mengidentifikasi frame setiap LAN.
Sebenarnya fungsi dari
VTP adalah memudahkan Jaringan yang mengakomodir dan network administrator
dalam mengelola semua VLAN yang berskala besar dan telah dikonfigurasikan pada
sebuah internetwork switch. Dalam artian bahwa dengan menggunakan fasilitas
VTP, memungkinkan seorang jaringan atas untuk menambah, mengurangi, dan
mengganti VLAN, dimana informasi VLAN tersebut kemudian disebarluaskan ke semua
switch lainnya di domain VTP tersebut.
Sebuah VLAN Native
ditandai dengan sebuah port trunk 802.1Q. Sebuah port trunk 802.1Q mendukung
traffic dari banyak VLAN sama seperti traffic yang tidak berasal dari sebuah
VLAN. Trunk adalah link point-to point diantara satu atau lebih interface
ethernet device jaringan seperti router atau switch. Trunk Ethernet
membawa lalu lintas dari banyak VLAN
melaluli link tunggal. Sebuah VLAN trunk mengijinkan kita untuk memperluas VLAN
melalui seluruh jaringan. Jadi link trunk digunakan untuk menghubungkan antar
device intermediate. Dengan menggunakan port trunk, dapat digunakan sebuah link
fisik untuk menghubungkan banyak VLAN.
Sebuah port pada Switch
Cisco Catalyst mempunyai beberapa mode trunk. Mode trunking tersebut
didefinisikan untuk negosiasi antar port yang saling berhubungan dengan
menggunakan Dynamic trunking Protocol (DTP). DTP merupakan sebuah protokol
keluaran cisco. Switch dari vendor lain tidak mendukung DTP. DTP mengatur
negosiasi mode trunk hanya jika port switch dikonfigurasi dalam mode trunk yang
mendukung DTP. DTP mendukung baik ISL maupun 802.1Q. Ada tiga mode trunk pada
DTP, yaitu : Trunk, Access, Dynamic Auto dan Dynamic Desirable.
1.2
Rumusan Masalah
Dari
dasar teori diatas, rumusan masalah yang akan dibahas pada laporan ini adalah
mengenai VLAN TRUNKING
1.3
Maksud Dan Tujuan
·
Mahasiswa
memahami tentang fungsi TRUNK pada VLAN
·
Mahasiswa
mampu mendesain jaringan dengan menerapkan VLAN TRUNKING
·
Mahasiswa
mampu melakukan trouble shooting basic VLAN
BAB
II
PEMBAHASAN
2.1 Desain Jaringan
Dengan menggunakan
simulator cisco packet tracer, buat jaringan sesuai dengan desain berikut ini :

Setelah kita desain
jaringannya, kita buat setting IP Address pada setiap PC
PC 0 IP ADDRESS :
10.10.10.10 | SUBNET MASK : 255.255.255.0
PC 1 IP ADDRESS :
10.10.10.11 | SUBNET MASK : 255.255.255.0
PC 2 IP ADDRESS :
10.10.10.12 | SUBNET MASK : 255.255.255.0
PC 3 IP ADDRESS :
10.10.10.13 | SUBNET MASK : 255.255.255.0
PC 4 IP ADDRESS :
10.10.10.14 | SUBNET MASK : 255.255.255.0
PC 5 IP ADDRESS :
10.10.10.15 | SUBNET MASK : 255.255.255.0
PC 6 IP ADDRESS :
10.10.10.16 | SUBNET MASK : 255.255.255.0
PC 7 IP ADDRESS :
10.10.10.17 | SUBNET MASK : 255.255.255.0
Tampak pada tiap switch
terdapat dua VLAN yaitu VLAN SERVER dan VLAN ADMIN.
Pada praktikum akan
dipraktekan supaya PC yang berada dalam VLAN yang sama meskipun terpisah secara
fisik pada switch yang berbeda tetapi masih bisa digabungkan menggunakan metode
trunking yang dilewatkan ke interface Fa0/24 sehingga bisa saling
berkomunikasi.
2.2 Konfigurasi VLAN
Sesuaikan konfigurasi
di switch dengan tabel berikut :
|
Switch0
|
SWITCH PORT RANGE
|
VLAN ID/Number
|
NAME
|
INTERFACE
METHOD
|
|
Fa 0/1
– Fa 0/10
|
10
|
SERVER
|
Access
|
|
|
Fa 0/11
– Fa 0/20
|
20
|
ADMIN
|
Access
|
|
|
Fa 0/21
– Fa 0/24
|
ALL
|
|
Trunk
|
|
Switch1
|
SWITCH PORT RANGE
|
VLAN ID/Number
|
NAME
|
INTERFACE
METHOD
|
|
Fa 0/1
– Fa 0/10
|
10
|
SERVER
|
Access
|
|
|
Fa 0/11
– Fa 0/20
|
20
|
ADMIN
|
Access
|
|
|
Fa 0/21
– Fa 0/24
|
ALL
|
|
Trunk
|
Setelah semuanya
selesai, lakukan testing koneksi dengan menggunakan tool ping dari PC 0 dan PC
2 ke semua PC di jaringan dan tuliskan hasilnya di tabel berikut :
PC 0
|
PING
DESTINATION
|
HASIL
|
ANALISA
|
|
PC 0
-> PC 1
|
Success
|
Berada
dalam VLAN yang sama
|
|
PC 0
-> PC 4
|
Success
|
Berada
dalam VLAN yang sama
|
|
PC 0
-> PC 5
|
Success
|
Berada
dalam VLAN yang sama
|
|
PC 0
-> PC 2
|
Fail
|
Berada
dalam VLAN yang berbeda
|
|
PC 0
-> PC 3
|
Fail
|
Berada
dalam VLAN yang berbeda
|
|
PC 0
-> PC 6
|
Fail
|
Berada
dalam VLAN yang berbeda
|
|
PC 0
-> PC 7
|
Fail
|
Berada
dalam VLAN yang berbeda
|
PC 2
|
PING
DESTINATION
|
HASIL
|
ANALISA
|
|
PC 2
-> PC 3
|
Success
|
Berada
dalam VLAN yang sama
|
|
PC 2
-> PC 6
|
Success
|
Berada
dalam VLAN yang sama
|
|
PC 2
-> PC 7
|
Success
|
Berada
dalam VLAN yang sama
|
|
PC 2
-> PC 0
|
Fail
|
Berada
dalam VLAN yang berbeda
|
|
PC 2
-> PC 1
|
Fail
|
Berada
dalam VLAN yang berbeda
|
|
PC 2
-> PC 4
|
Fail
|
Berada
dalam VLAN yang berbeda
|
|
PC 2
-> PC 5
|
Fail
|
Berada
dalam VLAN yang berbeda
|
2.3 Tugas
1. Tambahkan
sebuah switch ke jaringan, atur konfigurasi VLAN sesuai dengan switch yang
lain. Sambungkan UPLINK antar switch dengan metode Trunking!
2. Tambahkan
dua buah PC untuk mewakili VLAN SERVER dan VLAN ADMIN (sambungkan ke switch
port yang baru ditambahkan)!
Berikut ini adalah tampilan desain Switch
dan 2 buah PC yang sudah ditambahkan

Setting IP Address kedua PC tersebut
PC 8 IP ADDRESS : 10.10.10.18 | SUBNET
MASK : 255.255.255.0
PC 9 IP ADDRESS : 10.10.10.19 | SUBNET
MASK : 255.255.255.0
Dan Tambahkan VLAN SERVER & ADMIN
pada Switch yang baru
3.
Testing Komunikasi dari PC 0 dan PC 2 ke PC yang ditambahkan! Tuliskan hasilnya di tabel!
Berikut adalah hasil testing koneksi
:
PC 0
PC 2

|
PING
DESTINATION
|
HASIL
|
ANALISA
|
|
PC 0
-> PC 8
|
Success
|
Berada
dalam VLAN yang sama
|
|
PC 0
-> PC 9
|
Fail
|
Berada
dalam VLAN yang berbeda
|
|
PC 2
-> PC 8
|
Fail
|
Berada
dalam VLAN yang berbeda
|
|
PC 2
-> PC 9
|
Success
|
Berada
dalam VLAN yang sama
|
BAB III
PENUTUP
3.1
Kesimpulan
VTP
(VLAN Trunking Protokol) adalah adalah suatu protokol untuk mengenalkan suatu
atau sekelompok VLAN yang telah ada agar dapat berkomunikasi dengan jaringan.
Atau menurut sumber lain mengatakan suatu metoda dalam hubungan jaringan LAN
dengan ethernet untuk menyambungkan komunikasi dengan menggunakan informasi
VLAN, khususnya ke VLAN. VLAN Trunking Protocol (VTP) merupakan fitur Layer 2
yang terdapat pada jajaran switch Cisco Catalyst, yang sangat berguna terutama
dalam lingkungan switch skala besar yang
meliputi beberapa Virtual Local Area Network (VLAN).
VLAN
merupakan suatu broadcast domain, sekumpulan port atau user yang kita
kelompokkan. VLAN dapat mencakup beberapa switch, hal ini dapat dilakukan
dengan mengonfigurasi VLAN pada bebarapa switch dan kemudian menghubungkan
switch tersebut, dengan satu pasang port per VLAN.
Sebuah
port pada Switch Cisco Catalyst mempunyai beberapa mode trunk. Mode trunking
tersebut didefinisikan untuk negosiasi antar port yang saling berhubungan
dengan menggunakan Dynamic trunking Protocol (DTP). DTP merupakan sebuah
protokol keluaran cisco. Switch dari vendor lain tidak mendukung DTP. DTP
mengatur negosiasi mode trunk hanya jika port switch dikonfigurasi dalam mode
trunk yang mendukung DTP. DTP mendukung baik ISL maupun 802.1Q. Ada tiga mode
trunk pada DTP, yaitu : Trunk, Access, Dynamic Auto dan Dynamic Desirable.
Langganan:
Postingan (Atom)
