LAPORAN
PRAKTIKUM
JARINGAN
KOMPUTER
(MODUL
3)
“Pengenalan Virtual LAN/VLAN ”
DISUSUN
OLEH:
RUDIANTO
SINFC-2019-04
(20190910133)
UNIVERSITAS
KUNINGAN
PRODI
SISTEM INFORMASI
2019-2020
KATA PENGANTAR
Assalamu'alaikum Wr.Wb.
Puji dan syukur saya panjatkan kepada
Allah SWT yang telah memberikan karunia dan nikmatnya, tak lupa sholawat dan
salam semoga tetap tercurah limpahkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW
kepada keluarga, sahabat, dan tak lupa kita selaku ummatnya yang taat dan patuh
pada perintah dan ajarannya.
Pada kesempatan ini saya ingin
menyampaikan Laporan Praktikum dengan judul "Pengenalan Virtual LAN/VLAN" sebagai bahan
penilaian terhadap aktivitas perkuliahan khususnya Praktikum Jaringan Komputer
di Laboratorium Fakultas Ilmu Komputer Universitas Kuningan.
Saya memohon maaf apabila dalam
penyusunan laporan ini ada kekurangan dan kesalahan penyusunan, semoga dapat
memberikan manfaat khususnya saya selaku penyusun laporan ini. Akhir kata saya
ucapkan terima kasih.
Wassalamu'alaikum Wr.Wb.
Kuninngan, 5 November
2019
Penyusun
DAFTAR
ISI
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Landasan Teori
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Desain Jaringan dan Konfigurasi
Cabling Switch Port
2.2 Konfigurasi IP Addressing
2.3 Konfigurasi VLAN ID
2.4 Testing Koneksi Menggunakan Ping
2.5 Tugas
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan
DAFTAR PUSTAKA
BAB
I PENDAHULUAN
1.1 Landasan
Teori
Pengertian Virtual LAN
(VLAN)
Virtual Local Area
Network atau disingkat VLAN merupakan sekelompok perangkat pada satu LAN atau
lebih yang di konfigurasikan (menggunakan perangkat lunak pengelolaan) sehingga
dapat berkomunikasi seperti halnya bila perangkat tersebut terhubung ke jalur
yang sama, padahal sebenarnya perangkat tersebut berada pada sejumlah segmen
LAN yang berbeda. VLAN dibuat dengan menggunakan jaringan pihak ketiga. VLAN
merupakan sebuah bagian kecil jaringan IP yang terpisah secara logik. VLAN
memungkinkan beberapa jaringan IP dan jaringan-jaringan kecil (subnet) berada
dalam jaringan switched-switched yang sama. Agar komputer bisa berkomunikasi
pada VLAN yang sama, setiap komputer harus memiliki sebuah IP dan subnet mask
yang sesuai dengan VLAN tersebut. Switch harus dikonfigurasi dengan VLAN dan
setiap port dalam VLAN harus didaftarkan ke VLAN. Sebuah port Switch yang telah
dikonfigurasi dengan sebuah VLAN tunggal disebut sebagai access port.
Sebuah VLAN
memungkinkan seorang administrator untuk menciptakan sekelompok peralatan yang
secara logic dihubungkan satu sama lain. Dengan VLAN, kita dapat membagi
jaringan switch secara logik berdasarkan fungsi, departemen, atau project team.
Keuntungan VLAN
Penerapan sebuah
teknologi VLAN memungkinkan sebuah jaringan menjadi lebih fleksibel untuk
mendukung tujuan bisnis. Berikut ini beberapa keuntungan menggunakan VLAN :
§ Security
- Departemen yang memiliki data sensitive terpisah dari jaringan yang ada, akan
mengurangi peluang pelanggaran akses ke informasi rahasia dan penting.
§ Cost
reduction - Penghematan biaya dihasilkan dari tidak diperlukannya biaya yang
mahal untuk upgrades jaringan dan efisiensi penggunaan bandwidth dan uplink
yang tersedia.
§ Higher
performance - Dengan membagi jaringan layer 2 menjadi beberapa worksgroup
secara logik (broadcast domain) mengurangi trafik yang tidak diperlukan pada
jaringan dan meningkatkan performa.
§ Broadcast
storm mitigation - Dengan membagi sebuah jaringan menjadi VLAN mengurangi
jumlah peralatan yang berpartisipasi dalam broadcast storm.
§ Improved
IT staff efficiency - Dengan VLAN pengelolaan jaringan lebih mudah, karena
user-user dengan kebutuhan jaringan yang sama berbagi VLAN yang sama.
§ Simpler
project or application management - Memiliki fungsi-fungsi terpisah mempermudah
pengelolaan sebuah project atau bekerja dengan aplikasi khusus.
BAB
II
PEMBAHASAN
2.1 Desain Jaringan dan
Konfigurasi Cabling Switch Port
Jalankan Cisco Packet
Tracer kemudian tambahkan 4 PC dan satu buah switch pada lembar kerja. Lakukan
penglabelan pada tiap node dengan menggunakan kabel straight.
NO
|
NODE
|
SWITCH
PORT
|
1
|
PC0/Fa0
|
Fa 0/1
|
2
|
PC1/Fa0
|
Fa 0/2
|
3
|
PC2/Fa0
|
Fa 0/11
|
4
|
PC3/Fa0
|
Fa 0/12
|
2.2 Konfigurasi IP
Addressing
Lakukan konfigurasi ip
addressing pada tiap pc, sehingga sesuai desain jaringan berikut
·
PC0/Fa0 port Fa
0/1 | IP Address 10.10.10.10 |
Subnetmask 255.255.255.0
·
PC1/Fa0 port Fa
0/2 | IP Address 10.10.10.11 |
Subnetmask 255.255.255.0
·
PC2/Fa0 port Fa 0/11 |
IP Address 10.10.10.12 | Subnetmask 255.255.255.0
·
PC3/Fa0 port Fa 0/12 |
IP Address 10.10.10.13 | Subnetmask 255.255.255.0
2.3 Konfigurasi VLAN ID
1. Untuk menambahkan
VLAN langkahnya :
Klik kiri pada switch
-> Pilih Tab Config -> VLAN Database
Isi pada VLAN Number
dan VLAN Name, kemudian tekan tombol Add
2. Untuk menambahkan
akses interface pada salah satu VLAN, langkahnya :
Klik kiri pada switch
-> Pilih Tab Config -> Nama Interface
Kemudian pilih Acces
-> Nama VLAN
3. Kemudian atur
konfigurasi tiap interface pada switch sehingga sesuai dengan data berikut :
VLAN
ID/Number
|
SWITCH
PORT RANGE
|
NAME
|
10
|
Fa 0/1
– Fa 0/10
|
SERVER
|
20
|
Fa 0/11
– Fa0/20
|
ADMIN
|
2.4 Testing Koneksi
Menggunakan Ping
Lakukan perintah ping
ke ip address PC dijaringan sesuai data dan amati hasil output perintah
tersebut dan analisalah :
PING
DESTINATION
|
HASIL
(Success/Fail)
|
ANALISA
|
PC0
=> PC1
|
Success
|
PC0 ke PC1 dapat terhubung dikarenakan
masih 1 node (SERVER)
|
PC0
=> PC2
|
Fail
|
PC0 ke PC2 tidak dapat terhubung
dikarenakan berbeda node dan akses nya
|
PC0 => PC3
|
Fail
|
PC0 ke PC3 tidak
dapat terhubung dikarenakan berbeda node dan akses nya
|
PC2 => PC1
|
Fail
|
PC2 ke PC0 tidak dapat terhubung dikarenakan
berbeda node dan akses nya
|
PC2
=> PC3
|
Success
|
PC0 ke PC1 dapat terhubung dikarenakan
masih 1 node (ADMIN)
|
2.5 Tugas
1.
Tambahkan VLAN 30
dengan nama STUDENT dan berikan access terhadap interface Fa0/21 s/d Fa0/23
sehingga semua VLAN pada switch0 sesuai dengan data berikut :
VLAN
ID/Number
|
SWITCH
PORT RANGE
|
NAME
|
10
|
Fa 0/1
– Fa 0/10
|
SERVER
|
20
|
Fa 0/11
– Fa 0/20
|
ADMIN
|
30
|
Fa 0/21
– Fa 0/23
|
STUDENT
|
Lakukan setting untuk
masing-masing interface Fa 0/21 - Fa 0/23 dengan nama VLAN STUDENT
2. Tambahkan 2 PC pada
lembar kerja cisco packet tracer dan sambungkan FastEthernet pada tiap PC pada
port switch sesuai dengan informasi berikut :
NO
|
NODE
|
VLAN
|
SWITCH PORT
|
1
|
PC0/Fa0
|
SERVER
|
Fa 0/1
|
2
|
PC1/Fa0
|
SERVER
|
Fa 0/2
|
3
|
PC2/Fa0
|
ADMIN
|
Fa 0/11
|
4
|
PC3/Fa0
|
ADMIN
|
Fa 0/12
|
5
|
PC4/Fa0
|
STUDENT
|
Fa 0/21
|
6
|
PC5/Fa0
|
STUDENT
|
Fa 0/22
|
Tambahkan 2 PC tambahan
untuk node VLAN STUDENT sambungkan PC dengan switch menggunakan kebel straight
dan sesuaikan Fa node dan port nya dengan data diatas.
Kemudian lakukanlah
konfigurasi IP addressing pada PC4 dan PC5
PC4 IP : 10.10.10.14 |
Subnetmask : 255.255.255.0
PC5 IP : 10.10.10.15 |
Subnetmask : 255.255.255.0
3. Lakukan testing
koneksi dengan menggunakan perintah ping, pastikan komunikasi antar PC yang
berada dalam satu jaringan bisa berjalan dengan baik, sementara komunikasi
antar PC yang berbeda jaringan tidak bisa berjalan !
Tes Ping Pada :
PC0 -> PC4
PC2 -> PC5
PING
DESTINATION
|
HASIL
(Success/Fail)
|
ANALISA
|
PC0
=> PC4
|
Fail
|
PC0 ke PC4 tidak dapat terhubung
dikarenakan berbeda node dan akses nya
|
PC2
=> PC5
|
Fail
|
PC2
ke PC5 tidak dapat terhubung dikarenakan
berbeda node dan akses nya
|
PC4 -> PC0
PC4 -> PC2
PC4 -> PC5
PING
DESTINATION
|
HASIL
(Success/Fail)
|
ANALISA
|
PC4
=> PC0
|
Fail
|
PC4 ke PC0 tidak dapat terhubung
dikarenakan berbeda node dan akses nya
|
PC4
=> PC2
|
Fail
|
PC4
ke PC2 tidak dapat terhubung dikarenakan
berbeda node dan akses nya
|
PC4 =>
PC5
|
Succces
|
PC4 ke PC5 dapat terhubung dikarenakan
masih 1 node (STUDENT)
|
BAB III
PENUTUP
3.1
Kesimpulan
Virtual
Local Area Network atau disingkat VLAN merupakan sekelompok perangkat pada satu
LAN atau lebih yang di konfigurasikan (menggunakan perangkat lunak pengelolaan)
sehingga dapat berkomunikasi seperti halnya bila perangkat tersebut terhubung
ke jalur yang sama, padahal sebenarnya perangkat tersebut berada pada sejumlah
segmen LAN yang berbeda.












Tidak ada komentar:
Posting Komentar