NIM : 20190910133
Kelas :
SINFC-2019-04
Networking Fundamental
Network Fundamental
adalah Dasar – dasar dalam Jaringan Komputer, dengan kalian belajar Network
Fundamental, kalian jadi tahu dan tidak akan kesusahan saat mempelajari
Networking lebih dalam dan lanjut lagi
Network
adalah kumpulan perangkat jaringan dan perangkat pengguna yang saling terhubung
satu sama lain dan memiliki fungsi sebagai berikut.
- Membagi
sumber daya : Contohnya berbagi pemakaian printer, CPU, Memori dan
Harddisk.
- Komunikasi
: contohnya surat elektronik, chatting dll.
- Akses
Informasi : Contohnya web browsing.
- Dan
Lain-lain.
Perangkat jaringan sendiri terdiri dari
- Server
(Penyedia layanan)
- Perangkat
jaringan (network device) : Hub, Switch, Router
- Perangkat
Pengguna (end device) : Laptop, PC, Mobile
- Interconnection
(penghubung) : NIC (Network Interface Card), Media Transmisi (kabel,
wireless atau satelite), dan konektor
Berikut ini merupakan dasar – dasar pada jaringan komputer
( Fundamental of Networking ) :
1.
Komunikasi Data
Komunikasi data adalah bagian dari
telekomunikasi yang secara khusus berkenaan dengan transmisi atau pemindahan
data dan informasi diantara komputer-komputer dan piranti-piranti yang lain
dalam bentuk digital yang dikirimkan melalui media komunikasi data. Data
berarti informasi yang disajikan oleh isyarat digital.
Komponen Komunikasi Data:
1. Penghantar/pengirim, adalah piranti yang
mengirimkan data
2. Penerima, adalah piranti yang menerima data
3. Data, adalah informasi yang akan dipindahkan
4. Media pengiriman, adalah media atau saluran
yang digunakan untuk mengirimkan data
5. Protokol, adalah aturan-aturan yang berfungsi
untuk menyelaraskan hubungan
2.
Jenis – Jenis Jaringan
- Berdasarkan
Koneksi:
a. Broadcast Links
Broadcast Links adalah mengirimkan data kesemua host dalam
jaringan.
b. Point to Point Links
Point to Point Links adalah output sebuah stasiun computer
dihubungkan ke input stasiun computer selanjutnya.
§ Berdasarkan
Skala / Jarak.
- Local
Area Network (LAN)
Biasa digunakan pada skala kecil sekelas rumahan, kantor,
pertokoan dll. Jarak dari LAN ini sendiri hanya berkisar 10-100 meter. Kabel
yang biasa digunakan adalah kabel UTP yang kecepatannya 10/100/1000 Mbps.
- Metropolitan
Area Network (MAN)
Jaringan MAN mencakup area yang lebih luas (perkotaan).
Biasanya Jaringan MAN ada karena hasil perjanjian antara jaringan LAN1 dengan
LAN2 yang ingin berbagi data antara keduanya. Jarigan ini harus menggunakan
interkoneksi yang lebih baik. Jarak jaringan MAN berkisar 100-10.000 meter.
Kabel yang digunakan adalah kabel Fiber Optik. Jika jaringan menggunakan media
wireless, maka akan digunakan gelombang radio yang media pancarannya mencapai
100-10.000 meter, hal ini akan membutuhkan tower yang tinggi.
- Wide
Area Network (WAN)
Jaringan WAN mencakup area yang sangat luas (negara atau
antar benua) mancakup bisa sampai 10 KM - 1.000 KM. Kabel yang digunakan adalah
fiber optik. Karena lingkup dari jaringan WAN ini sangat luas jaringan ini
tidak membutuhkan wireless lagi yang membutuhkan tower yang bahkan harus
melintas sampai ke luar angkasa. maka dibuatnya teknologi satelit. jadi
jaringan WAN ini bisa menggunakan media satelit.
§
Berdasarkan Fungsi
- Client-Server
Client-server yaitu jaringan komputer yang membutuhkan
sebuah komputer untuk menjadi server. Server bertindak sebagai penyedia layanan
untuk client. Layanan itu bisa berupa DHCP Server, E-mail Server, FTP Server,
DNS Server, Proxy Server dan layanan lainnya. Sedangkan client akan menggunakan
fasilitas yang disediakan server tersebut.
- Peer-to-peer
Peer-to-peer yaitu bentuk jaringan dimana semua komputer
berkedudukan sama. Tujuan dari jaringan Peer-to-peer ini adalah untuk saling
membagi data antara dua komputer/perangkat saja.
§ Berdasarkan
distribusi sumber informasi
- Jaringan
terpusat : Jaringan ini terdiri dari client dan server. Dimana
client bisa mengakses sumber informasi/data yang berasal dari server.
- Jaringan
terdistribusi : Jaringan ini terdiri dari banyak komputer server yang
berhubungan dengan client. yang membentuk sebuah sistem jaringan tertentu.
Hanya sampai disini perjumpaan kita, kurang lebih dan segala
kesalahan mohon dimaafkan. Tetap bersama kami, sampai jumpa lain waktu.
- Berdasarkan
Protokol
a. Ethernet
Ethernet adalah protocol LAN yang dikembangkan oleh Xerox
Corporation yang bekerjasama dengan DEC dan Intel pada tahun 1976. Ethernet
menggunakan topologi bus atau star dan medukung transfer data sampai dengan 10
Mbps. Versi Ethernet yang lebih baru yang disebut 100Base-T (atau Fast
Ethernet), mendukung transfer data sampai dengan 100 Mbps, dan versi
terbarunya, Gigabit Ethernet, mendukung tranfer data sampai dengan 1 Gigabit
per detik atau 1000 Mbps. Fast Ethernet : Fast Ethernet seperti Ethernet biasa,
namun dengan kecepatan transfer data yang lebih cepat, sampai dengan 100 mbps.
Ethernet ini juga disebut 100BaseT.
b. Token Ring
Token Ring adalah sebuah cara akses
jaringan berbasis teknologi ring yang pada awalnya dikembangkan dan diusulkan
oleh Olaf Soderblum pada tahun 1969. Perusahaan IBM selanjutnya membeli hak
cipta dariToken Ring dan memakai akses Token Ring dalam produk IBM pada
tahun 1984.
Elemen kunci dari desain Token Ring milik IBM ini adalah
penggunaan konektor buatan IBM sendiri (proprietary), dengan menggunakan kabel
twisted pair, dan memasang hub aktif yang berada di dalam sebuah jaringan
komputer. Pada tahun 1985, Asosiasi IEEE di Amerika Serikat meratifikasi
standar IEEE 802.5 untuk protokol (cara akses) Token Ring, sehingga protokol
Token Ring ini menjadi standar internasional. Pada awalnya, IBM membuat Token
Ring sebagai pengganti untuk teknologi Ethernet (IEEE 802.3) yang merupakan
teknologi jaringan LAN paling populer. Meskipun Token Ring lebih superior
dalam berbagai segi, Token Ring kurang begitu diminati mengingat beaya
implementasinya lebih tinggi jika dibandingkan dengan Ethernet.
3.
Konfigurasi Jaringan
Konfigurasi jaringan dimaksudkan untuk memberikan nama dan
identitas yang unik dalam jaringan corporate anda. Anda perlu merencanakan
suatu standard konfigurasi jaringan didalam organisasi global business anda
untk memudahkan identifikasi dan management.
a. Konfigurasi jaringan IP adress dalam Jaringan
- Mengklik
Start/Control Panel/Network Connections/Local Area Connection.
- Maka
akan tampil dialog Local Area Connection Properties, beri tanda cek pada
Show icon in notification area when connected, lalu mengklik tombol Properties.
- Setelah
dialog Protocol (TCP/IP) Properties tampil, memilih opsi Use the
following IPaddress. Kemudian memasukkan IP address yang ingin digunakan
beserta subnet mask-nya (IP static), klik OK.
b. Pengujian Perangkat Jaringan
Dilakukan dengan menguji apakah kabel jaringan yang akan
digunakan bagus atau tidak , dengan menggunakan lan tester. Jika lampu
LED 1 sampai 8 berkedip, maka kabel jaringan siap untuk digunakan.
c. Pengujian Sistem
- Menguji
apakah komputer yang satu dengan komputer yang lain dapat saling
berhubungan atau tidak. Pengujian ini dilakukan dengan CMD.EXE,
dengan menuliskan PING dilanjutkan dengan alamat IP Address computer yang
dituju. Langkah-langkahnya yaitu klik Start – Run – Ping 192.168.X.X,
kemudian klik Ok.
- Jika
komputer yang satu dengan komputer lainnya sudah connect maka akan muncul
balasan dengan kata “Replay
4.
Arsitektur Jaringan
Merupakan perangkat lunak dari jaringan komunikasi data,
terdiri dari layer, protokol dan interface. Jaringan diorganisasikan
menjadi sejumlah level (layer) untuk mengurangi kerumitannya, setiap
layer dibuat berdasarkan layer dibawahnya. Antar layer terdapat
sebuah interface yang menentukan operasi
dan layanan yang diberikan layer terbawah untuk layer diatasnya
Layer pada level yang sama di dua host yang berbeda dapat
saling berkomunikasi dengan mengikuti sejumlah aturan dan ketetapan yang
disebut sebagai protokol.
Dua model arsitektur jaringan:
a. OSI ( Open System Interconnection )
Model referensi OSI (Open System Interconnection)
menggambarkan bagaimana informasi dari suatu software aplikasi di sebuah
komputer berpindah melewati sebuah media jaringan ke suatu software aplikasi di
komputer lain. Model referensi OSI secara konseptual terbagi ke dalam 7 lapisan
dimana masing-masing lapisan memiliki fungsi jaringan yang spesifik, seperti
yangdijelaskan oleh gambar dibawah ini (tanpa media fisik). Model ini diciptakan
berdasarkan sebuah proposal yang dibuat oleh the International Standards
Organization (ISO) sebagai langkah awal menuju standarisasi protokol
internasional yang digunakan pada berbagai layer .
Model ini disebut ISO OSI (Open System Interconnection)
Reference Model karena model ini ditujukan bagi pengkoneksian open system. Open
System dapat diartikan sebagai suatu sistem yang terbuka untuk berkomunikasi
dengan sistem-sistem lainnya. Untuk ringkas- nya, kita akan menyebut model
tersebut sebagai model OSI saja.
Model OSI memiliki tujuh layer. Fungsi dari ketujuh layer
tersebut adalah:
> Physical Layer
- Menangani
pengiriman bit-bit data melalui saluran komunikasi
- Memastikan
jika entiti satu mengirimkan bit 1, maka entiti yang lain juga harus
menerima bit 1
- Fungsi
utama untuk menentukan
- berapa
volt untuk bit 1 dan 0
- berapa
nanoseconds bit dapat bertahan di saluran komunikasi
- kapan
koneksi awal dibuat dan diputuskan ketika dua entiti selesai melakukan
pertukaran data
- jumlah
pin yang digunakan oleh network connector dan fungsi dari setiap pin
- Contoh:
token ring, IEEE 802.11
- Perangkat
yang beroperasi di layer ini adalah hub, repeater, network
adapter/network interface card, dan host bus adapter (digunakan di
storage area network)
> Data Link Layer
- Menyediakan
prosedur pengiriman data antar jaringan
- Mendeteksi
dan mengkoreksi error yang mungkin terjadi di physical layer
- Memiliki
address secara fisik yang sudah di-kode-kan secara langsung ke network
card pada saat pembuatan card tersebut (disebut MAC Address)
- Contoh:
Ethernet, HDLC, Aloha, IEEE 802 LAN, FDDI
- Perangkat
yang beroperasi di layer ini adalah bridge dan layer-2 switch
> Network Layer
- Menentukan
prosedur pengiriman data sekuensial dengan berbagai macam ukuran, dari
sumber ke tujuan, melalui satu atau beberapa jaringan, dengan tetap
mempertahankan Quality of Service (QoS) yang diminta oleh transport layer
- Fungsi:
- Routing:
menentukan jalur pengiriman dari sumber ke tujuan, bisa statik
(menggunakan tabel statik yang cocok untuk jaringan yang jarang sekali
berubah) atau dinamis (menentukan jalur baru untuk setiap data yang
dikirimkan)
- Pengendalian
kongesti (kemacetan pada proses pengiriman data)
- Mempertahankan
QoS (delay, transit time, jitter, dll)
- Menyediakan
interface untuk jaringan-jaringan yang berbeda agar dapat saling
berkomunikasi
- Contoh:
Internet Protocol (IP)
- Perangkat
yang beroperasi di layer ini adalah router dan layer-3 switch
> Transport Layer
- Menerima
data dari layer diatasnya, memecah data menjadi unit-unit yang lebih kecil
(Packet ), meneruskannya ke network layer dan memastikan semua
packets tiba di ujung penerima tanpa ada error
- Layer
ini harus melakukan proses diatas secara efisien dan memastikan layer
diatas tidak terpengaruh terhadap perubahan teknologi hardware
- Fungsi:
-Flow control
-Segmentation/desegmentation
-Error control, contoh: Transmission Control Protocol (TCP), User Datagram Protocol (UDP), Stream Control Transmission Protocol (SCTP)
-Segmentation/desegmentation
-Error control, contoh: Transmission Control Protocol (TCP), User Datagram Protocol (UDP), Stream Control Transmission Protocol (SCTP)
> Session Layer
- Mengijinkan
user-user yang menggunakan mesin yang berbeda untuk membuat dialog
(session) diantara mereka
- Fungsi:
- Pengendalian
dialog: memantau giliran pengiriman
- Pengelolaan
token: mencegah dua pihak untuk melakukan operasi yang sangat kritis dan
penting secara bersamaan
- Sinkronisasi:
menandai bagian data yang belum terkirim sesaat crash pengiriman terjadi,
sehingga pengiriman bisa dilanjutkan tepat ke bagian tersebut
> Presentation Layer
- Mengatur
tentang syntax dan semantics dari data yang dikirimkan
- Manipulasi
data seperti MIME encoding, kompresi, dan enkripsi dilakukan di layer ini
> Application Layer
- Sangat
dekat dengan user
- Menyediakan
user interface ke jaringan melalui aplikasi
- Contoh
protokol aplikasi yang banyak digunakan: hypertext transfer protocol
(HTTP) yang digunakan di world wide web, file transfer protocol (FTP)
untuk pengiriman file antar komputer, simple mail transfer protocol (SMTP)
untuk email
Prinsip-prinsip yang digunakan bagi ketujuh
layer tersebut adalah :
1. Sebuah layer harus dibuat bila diperlukan tingkat
abstraksi yang
berbeda.
2. Setiap layer harus memiliki fungsi-fungsi tertentu.
3. Fungsi setiap layer harus dipilih dengan teliti sesuai
dengan ketentuan
standar protocol internasional.
4. Batas-batas layer diusahakan agar meminimalkan aliran
informasi yang
melewati interface.
5. Jumlah layer harus cukup banyak, sehingga fungsi-fungsi
yang berbeda
tidak perlu disatukan dalam satu layer diluar keperluannya.
Akan tetapi
jumlah layer juga harus diusahakan sesedikit mungkin
sehingga arsitektur jaringan tidak menjadi sulit dipakai.
b. TCP/IP
TCP/IP adalah protokol yang digunakan di jaringan global
karena memiliki sistem pengalamatan yang baik dan memiliki sistem pengecekan
data. Saat ini terdapat dua versi TCP/IP yang berbeda dalam sistem penomoran,
yaitu IPv4 (32 bit) dan IPv6 (128 bit), dan saat ini yang masih digunakan
adalah IPv4. Untuk memepermudah penulisan, alamat IP biasanya ditulis dalam
bentuk empat segmen bilangan desimal yang dipisahkan tanda titik dan setiap
segmen mewakili delapan bit pada alamat IP. Setiap network adapter dapat
memiliki lebih dari satu alamat IP namun sebuah alamat IP (IP address) tidak
boleh dipakai oleh dua atau beberapa network adapter. Pengaturan alokasi alamat
IP dilakukan oleh badan internasional bernama Internic. Saat ini lebih dari 85%
alamat IP (IPv4) telah terpakai sehingga sebentar lagi sistem IPv4 akan
digantikan oleh IPv6.
Protokol TCP/IP dikembangkan pada akhir dekade 1970-an
hingga awal 1980-an sebagai sebuah protokol standar untuk menghubungkan
komputer-komputer dan jaringan untuk membentuk sebuah jaringan yang luas (WAN).
TCP/IP merupakan sebuah standar jaringan terbuka yang bersifat independen
terhadap mekanisme transport jaringan fisik yang digunakan, sehingga dapat
digunakan di mana saja. Protokol ini menggunakan skema pengalamatan yang
sederhana yang disebut sebagai alamat IP (IP Address) yang mengizinkan hingga
beberapa ratus juta komputer untuk dapat saling berhubungan satu sama lainnya
di Internet. Protokol ini juga bersifat routable yang berarti protokol ini
cocok untuk menghubungkan sistem-sistem berbeda(seperti Microsoft Windows dan
keluarga UNIX) untuk membentuk jaringan yang heterogen. Protokol TCP/IP selalu
berevolusi seiring dengan waktu, mengingat semakin banyaknya kebutuhan terhadap
jaringan komputer dan Internet. Pengembangan ini dilakukan oleh beberapa badan,
seperti halnya Internet Society (ISOC), Internet Architecture Board (IAB), dan
Internet Engineering Task Force (IETF). Macammacam protokol yang berjalan di
atas TCP/IP, skema pengalamatan, dan konsep TCP/IP didefinisikan dalam dokumen
yang disebut sebagai Request for Comments (RFC) yang dikeluarkan oleh IETF.
Model TCP/IP terdiri dari 4 layer:
> Data Link Layer
- Sebenarnya
bukan bagian dari TCP/IP suite.
- Proses
pengiriman dan penerimaan packet untuk layer ini dapat dilakukan oleh
software device driver dari network card/adapter yang digunakan.
- Layer
ini juga termasuk physical layer, yang terdiri dari komponen fisik seperti
hub, repeater, kabel jaringan (UTP, fibre, coaxial), network cards,
network connectors (RJ-45, BNC, dll) dan spesifikasi untuk sinyal (level
voltase, frekuensi, dll)
> Network Layer
- Awalnya
network layer ditujukan untuk mengirimkan packet antar host di sebuah
jaringan, contoh X.25
- Pengembangan
ke Internetworking, dimana jalur pengiriman packet dari sumber ke tujuan
melalui jaringan-jaringan lainnya (routing)
- Beberapa
protokol bagian dari IP yaitu ICMP (menyediakan informasi dianostik untuk
pengiriman packet IP), IGMP (mengelola data multicast), protokol routing
seperti BGP, OSPF dan RIP
> Transport Layer
- Menyediakan
layanan pengiriman pesan dari ujung ke ujung yang dapat dikategorikan sebagai:
- Connection-oriented:
TCP (byte-oriented) dan SCTP(stream-oriented)
- Connectionless:
UDP dan RTP (datagram)
> Application Layer
- Layer
ini mencakup presentation dan session layer dari model OSI, dimana layanan
dari layer-layer tersebut disediakan melalui libraries
- Data
user yang akan dikirimkan melalui jaringan diterima melalui application
layer, baru kemudian diteruskan ke layer dibawahnya, yaitu transport
layer.
- Setiap
aplikasi yang menggunakan TCP atau UDP, membutuhkan port sebagai identitas
aplikasi tersebut. Contoh: port untuk HTTP adalah 80, port untuk FTP
adalah 21
- Port
numbers (16 bit) digunakan oleh TCP atau UDP untuk membedakan setiap
proses yang menggunakan layanan mereka
- Well
known ports: 0 s/d 1023 dipesan oleh Internet Assigned Number Authority
(IANA) → tidak bisa digunakan secara bebas
- Registered
ports: 1024 s/d 49151 → tidak dikontrol oleh IANA tapi tidak bisa
digunakan secara bebas karena sudah direserve oleh sistem komputer
- Dynamic
atau private atau ephemeral (short-lived) ports: 49152 s/d 65535 → bisa
digunakan user secara bebas
5.
Sistem Operasi Jaringan
Sistem operasi jaringan menyediakan fungsi khusus untuk
menghubungkan sejumlah komputer dan perangkat lainnya ke sebuah jaringan,
mengelola sumber daya jaringan, menyediakan layanan serta menyediakan keamanan
jaringan bagi multiple users Sistem operasi oleh jaringan client/server yang
umum digunakan adalah Windows NT Server family (Windows Server 2000 dan 2003),
Novell NetWare, dan Unix/Linux. Windows 98, Windows 2000 professional, Windows
XP professional, dan Windows NT Workstation tidak digunakan oleh server,
tetapi dapat digunakan untuk menyediakan sumber daya untuk jaringan, seperti
dapat mengakses file dan printer.
Contoh Sistem Operasi Jaringan:
a. UNIX
Unix Dibuat di Bell Laboratories awal tahun 1970an.
Multiuser dan multitasking operating system, Tidak user friendly dan Dapat
menangani pemrosesan yang besar sekaligus menyediakan layanan internet seperti
web server, FTP server, terminal emulation (telnet), akses database, dan
Network File System (NFS) yang mengijinkan client dengan sistem operasi yang
berbeda untuk mengakses file yang di simpan di komputer yang menggunakan sistem
operasi UNIX. Trademark dari UNIX sekarang dipegang oleh the Open Group.
b. LINUX
Sistem operasi jaringan Linux adalah Turunan dari Unix yang
merupakan freeware dan powerfull operating system. Linux dapat digunakan
sebagai sistem operasi server dan client dan memiliki implementasi lengkap dari
arstitektur TCP/IP dalam bentuk TCP/IP networking software, yang mencakup
driver untuk ethernet card dan kemampuan untuk menggunakan Serial Line Internet
Protocol (SLIP) dan Point-to-Point Protocol (PPP) yang menyediakan akses ke
jaringan melalui modem Sejumlah layanan yang disediakan oleh Linux yang
berbasiskan TCP/IP suite contohnya Web server: Apache; Web proxy: Squid; File
dan print sharing: Samba; Email: Sendmail; Domain Name Server menyediakan
mapping antara nama dan IP address dan mendistribusikan informasi tentang
jaringan (mail server) contoh BIND.
c. Novell Netware
Novell netware dahulu digunakan sebagai LAN-based network
operating system. Dibuat oleh Novell, Inc. Sistem operasi ini banyak digunakan
pada awal sampai pertengahan tahun1990-an Konsepnya adalah pembagian disk space
dan printer. Novell NetWare Menggunakan dedicated server dimana komputer server
memang khusus untuk melayani komputer client, Protokol jaringan menggunakan
IPX/SPX dan NetWare adalah sebuah sistem operasi jaringan yang dikembangkan
oleh Novell, Inc koperasi ini mulanya digunakan multitasking untuk menjalankan
berbagai layanan pada sebuah komputer pribadi, dan protokol jaringan didasarkan
pada pola dasar Sistem Network Xerox stack. NetWare telah digantikan oleh Open
Enterprise Server (OES). Versi terbaru NetWare adalah v6.5 Dukungan Paket 8,
yang identik dengan OES 2 SP1, NetWare Kernel. Pengembangan: – File sharing:
layanan modul file, pencarian lokasi fisik dilakukan di server – Caching:
meng-caching file yang sedang aktif – Netware Core Protocol (NCP) lebih
efektif: tidak ada perlu ada acknowledgement untuk setiap permintaan atau data
yang dikirimkan – Pelayanan selain file dan printer sharing seperti web, email,
database, TCP/IP, IPX, dll
d. Windows NT
Windows NT dibuat oleh Microsoft sebagai kelanjutan dari
OS/2 versi mereka. Versi dari keluarga Windows NT contohnya Windows NT 3.51,
Windows 2000 (NT 5.0) yang terdiri dari Windows 2000 Professional (workstation
version), Windows 2000 Server, Windows 2000 Advanced Server, Windows 2000
Datacenter Server. Lalu contoh lainnya adalah Windows Server 2003, Windows XP,
Windows vista, Windows 7 dan masih banyak contoh lainnya.
Daftar Pustaka :



Tidak ada komentar:
Posting Komentar