Nama : Rudianto
NIM : 20190910133
Kelas : SINFC-2019-04
Routing
(Statis Dan Dinamis)
Routing Static
Routing static itu
merupakan jenis dari routing yang dilakukan oleh admin jaringan untuk
mengkonfigurasi informasi tentang jaringan yang dituju dan semua itu dilakukan
secara manual.
Routing static ini
memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
- Jalur
spesifik ditentukan oleh admin jaringan
- Pengisian
tabel routing dilakukan secara manual oleh admin jaringan
- Routing static ini biasanya digunakan untuk jaringan berskala kecil
Dibalik semua itu,
routing static juga memiliki beberapa kelebihan dan kelemahan, diantaranya :
Kelebihan menggunakan
Routing static
- Meringankan
kinerja processor router
- Tidak ada bandwidth yang diguanakn untuk pertukaran informasi dari tabel isi routing pada saat pengiriman paket
- Routing
statis lebih aman dibandingkan routing dinamis
- Routing
Statis kebal dari segala usaha hacker untuk men-spoof dengan tujuan
membajak traffic
Kelemahan menggunakan
routing static
- Administrator
jaringan harus mengetahui semua informasi dari masing-masing router yang
digunakan
- Hanya
dapat digunakan untuk jaringan berskala kecil
- Admisnistrasinya
cukup rumit dibanding routing dinamis, terlebih jika banyak router yang
harus dikonfigurasi secara manual
- Rentan
terhadap kesalahan saat entri data routing statis yang dilakukan secara
manual
Contoh Routing Static
1. Windows
route add network mask netmask gateway
seumpama kita berada di
posisi R1 masukan perintah route add adalah untuk menambahkan
routing tabel baru secara manual. Lalu masukkan network ip
dan netmask tujuan yang ingin di routing yaitu 192.168.20.0
dan netmasknya adalah 255.255.255.0 dan setelah itu masukkan gateway atau
jalur dari routing yaitu 192.168.10.2
route add 192.168.20.0
mask 255.255.255.0 192.168.10.2
2. Linux
Format routing static :
ip route add network/netmask via gateway
Contoh routing static :
ip route add
192.168.20.0/24 via 192.168.10.2
3. Cisco
Format routing static :
ip route network
netmask gateway
Contoh routing static :
ip route 192.168.20.0
255.255.255.0 192.168.10.2
Routing Dynamic
Routing Dynamic Route
atau yang biasa dusebut dengan Dynamic Route adalah sebuah router yang membuat
tabel routing secara otomatis. Apa itu tabel routing? tabel routing merupakan
tabel yang memuat tentang seluruh IP address dari interfaces router dan juga memuat
tentang informasi routingnya. Dengan menggunakan lalu lintas jaringan dan juga
saling berhubungan antara router lainnya. Dalam kata lain Dynamic route besifat
dinamik dan mampu melakukan update route dengan cara medistribusikan informasi
mengenai jalur terbaik ke router lain.
Dynamic route ini
juga memiliki ciri-ciri, diantaranya; Router berbagi informasi routing secara
otomatis, Jumlah gateway sangat banyak, Routing tabel dibuat secara dinamik,
serta Membutuhkan protokol routing (contohnya RIP ,OSPF, dll).
Dynamic route juga bisa
membuat keputusan pada route yang mana sebuah paket mencapai tujuan. Umumnya ia
mengirimkan paket ke route yang paling efisien; salah satu yang menghasilkan
jumlah hop lebih sedikit. Bagaimanapun, jika route macet, dynamic route dapat
mengirimkan paket ke route alternatif.
Disini juga terdapat
jenis jenis dari protokol routing dinamis, yaitu :
- RIP (Routing Information Protocol)
: adalah sebuah protokol routing dinamis yang digunakan dalam jaringan LAN
(Local Area Network) dan WAN (Wide Area Network).
- IGRP (Interior Gateway Routing
Protocol) : adalah protocol distance vector yang diciptakan oleh
perusahaan Cisco untuk mengatasi kekurangan RIP.
- EIGRP (Enhanced Interior Gateway
Routing Protocol) : adalah routing protocol yang hanya di adopsi oleh
router cisco atau sering disebut sebagai proprietary protocol pada CISCO.
- OSPF (Open Shortest Path First) :
merupakan sebuah routing protokol berjenis IGRP (InteriorGateway Routing
Protocol) yang hanya dapat bekerja dalam jaringan internal suatu
ogranisasi atau perusahaan. Jaringan internal maksudnya adalah jaringan
masih memiliki hak untuk menggunakan, mengatur, dan memodifikasinya.
- BGP (Border Gateway Protocol) :
merupakan salah satu jenis routing protokol yang digunakan untuk koneksi
antar Autonomous System (AS), dan salah satu jenis routing protokol yang
banyak digunakan di ISP besar (Telkomsel) ataupun perbankan. BGP termasuk
dalam kategori routing protokol jenis Exterior Gateway Protokol (EGP).
Adapun keuntungan
dynamic route adalah sebagai berikut :
- Cocok untuk area besar/luas
- Hanya mengenalkan alamat yang terhubung langsung dengan routernya
- Bila terjadi penambahan suatu network baru tidak perlu semua router dikonfigurasi, hanya router yang berkaitan saja
- Router secara otomatis berbagi informasi
- Routing
table dibuat secara dinamik
- Tidak
perlu mengetahui semua alamat network yang ada
- Administrator
tidak ikut campur tangan
Sedangkan kelemahan
dynamic route adalah sebagai berikut :
- Beban
kerja router menjadi lebih berat karena selalu memperbarui IP Table pada
setiap waktu tertentu
- Kecepatan
pengenalan dan kelengkapan IP Table terbilang lama karena router
membroadcast ke semua router lainnya sampai ada yang cocok sehingga
setelah konfigurasi harus menunggu beberapa saat agar setiap router
mendapat semua alamat IP yang ada.
Contoh Dynamic Routing
1. RIP
(Routing Information Protocol)
Format :
router rip
network network
Contoh :
router rip
network 192.168.20.0
2. EIGRP
(Enhanced Interior Gateway Routing Protocol)
Format :
router eigrp id
network network
Contoh :
router eigrp 10
network 192.168.20.0
3. OSPF
(Open Shortest Path First)
Format :
router ospf id
network network
wildcard area id_area
Contoh :
router ospf 10
network 192.168.20.0
0.0.0.255 area 0
4. BGP
(Border Gateway Protocol)
Untuk penjelasan lebih
lengkap klik di sini
Format :
router bgp id
neighbor ip_tujuan remote-as id_tujuan
network network_tujuan mask netmask
Contoh :
router bgp 10
neighbor 192.168.10.2
remote-as 20
network 192.168.10.0
mask 255.255.255.0



Tidak ada komentar:
Posting Komentar