Nama : Rudianto
NIM : 20190910133
Kelas : SINFC-2019-04
OSI dan TCP/IP Model
Pada awal adanya
jaringan computer, ada banyak protokol komunikasi antar komputer yang dibuat.
Masing-masing perusahaan misalnya dapat memiliki hardware yang berbeda dengan
protokol komunikasi yang berbeda. Saat penggunaan komputer semakin membesar
jumlahnya dan mulai membutuhkan interkoneksi antar jaringan yang ada untuk
saling berkomunikasi, permasalahan timbul dengan adanya perbedaan perbedaan
protokol-protokol komunikasi yang dipakai.
Model jaringan muncul
sebagai upaya standarisasi protokol-protokol yang akan dipakai dalam jaringan.
Model jaringan mendefenisikan layer-layer atau lapisan dalam jaringan dan
bagaimana lapisan-lapisan ini saling berinteraksi. Masing-masing layer akan
memiliki deskripsi yang berbeda berupa cara kerja secara umum dan protokol yang
dipakai/digunakan. Dengan adanya model jaringan ini maka vendor-vendor memiliki
referensi ketika akan membuat produk.
Selain itu beberapa
manfaat dengan adanya model jaringan antara lain :
·
memudahkan pengertian konsep komunikasi
dalam jaringan
·
memudahkan troubleshooting jaringan
·
memungkinkan vendor untuk lebih fokus
dalam area tertentu saat membuat produk
layer
layer merupakan
sekumpulan dari fungsi-fungsi komunikasi yang memiliki kesamaan secara
konsep. tiap layer memberikan servis untuk layer atasnya dan menerima
servis dari layer bawahnya. untuk mempermudah, layer ini dapat disebut sebagai
lapisan. tiap lapisan ini memilik fungsi yang berbeda. masing-masing lapisan
saling berinteraksi. Model jaringan OSI memiliki 7 layer/lapisan, sedangkan
model jaringan TCP/IP memiliki 4 layer/lapisan. lapisan-lapisan ini digambarkan
sebagai tumpukan lapisan yang berurutan dari atas ke bawah. lapisan paling atas
merupakan lapisan bernomor terkecil. tiap lapisan memberikan servis kepada
lapisan di atasnya dan merequest servis dari lapisan yang ada di bawahnya.
Ada dua model jaringan
yang selama ini dikenal yaitu OSI dan TCP/IP
OSI MODEL
OSI = Open System
Interconnection. adalah sebuah model jaringan yang dibuat oleh ISO.
International Standards Organization. model ini terdiri dari 7 layer. pada tiap
layer tiap entitas saling berinteraksi dengan mengirimkan Protocol Data Unit
(PDU). Tiap layer berhubungan dari layer atas ke bawahnya dengan
mentransmisikan Servis Data Unit (SDU).
PDU pada masing-masing
layer merupakan pesan lengkap yang mengimplementasikan protokol pada layer
tersebut.
PDU pada OSI :
- layer1 = bit
- layer2 = frame
- layer3 = paket
- layer4 = segmen
- layer 5-7 = data
PDU pada tiap layer
merupakan SDU pada layer dibawahnya.
Misalkan pada layer 4
PDUnya biasa disebut segmen. Maka “segmen” ini merupakan SDU pada layer 3 atau
segmen merupakan servis yang diberikan atau ditangani layer 3 untuk layer 4.
Layer 3 kemudian membentuk SDU (“segmen”) menjadi PDU pada layer 3 atau paket,
dengan menambahkan header layer 3. Sehingga pada proses transimi dari layer
atas ke bawah terjadi pembungkusan SDU dengan header-header dari masing-masing
layer. proses ini biasa disebut enkapsulasi. sedangkan proses transmisi dari
layer bawah ke atas disebut dekapsulasi.
Layer-layer pada model
OSI
Layer 7 : Application
layer dimana user
berinteraksi dengan network. Layer aplikasi dapat berupa software aplikasi.
Layer ini merupakan penghubung yang memungkinkan aplikasi-aplikasi saling
berinteraksi dengan network.
Cth servis :
Network Virtual
terminal
File Transfer, Access,
and Management (FATM)
Mail Services
Directory Services
Layer 6 : Presentation
Layer ini berfungsi
untuk mentranslasikan data yang akan ditransimiskan oleh aplikasi ke dalam
format yang dapat ditransmisikan melalui jaringan. Pada layer ini terjadi
proses translasi, kompresi, serta eknskripsi. Contoh format data : jpeg, avi,
binary. Dll. Protokol yang berada pada level ini adalah sejenis redirector
software, seperti network shell (semacam VNC) atau Remote Desktop Protokol
(RDP).
Layer 5 : Session
Layer ini berfungsi
untuk mengontrol koneksi antar computer. Layer ini mendefinisikan bagaimana
koneksi dimulai, dipelihara, dan diakhiri. Pada layer ini juga terjadi resolusi
nama.
Beberapa protocol pada
layer ini adalah:
NETBIOS, NETBEUI, ADSP,
PAP
Layer 4 : Transport
Berfungsi untuk memecah
data menjadi paket-paket data serta member ikan no urut setiap paket sehingga
dapat disusun kembali setelah diterima. Paket yang diterima dengan sukses akan
diberi tanda / acknowledgement. Sedangkan paket yang rusak dikirim kembali.
Serangkaian proses yang dilakukan pada layer ini dapat juga disebut
segmentasi, sequencing, dan error recovery. Pada layer ini juga didefenisikan
layanan-layanan yang diketahui seperti : HTTP, SSH, FTP, dan SMTP.
Contoh protocol pada
layar ini: UDP, TCP, SPX.
Bentuk data pada layer
ini adalah segmen. Layer ini juga memiliki 2 tipe pengiriman data yaitu
reliable dan unreliable. Pengririman data reliable adalah pengririman data yang
memungkinkan pengecekan kesalahan dan pengiriman kembali. Tipe ini dapat
dijumpai pada pengiriman data pada umumnya. Tipe Unreriable tidak melakukan
pengiriman ulang jika terjadi error. Tipe ini dapat dijumpai pada
keperluan streaming.
Layer 3 : Network
Berfungsi untuk
mendefenisikan alamat-alamat IP, membuat header untuk paket-paket, dan
melakukan routing melalui internetworking dengan menggunakan router dan switch
layer 3. Pada layer ini dilakukan pendeteksian eror dan transmisi ulang
paket-paket yang error.
Contoh protocol pada
layer ini : IP, IPX.
Layer 2 : Data Link
Berfungsi untuk
menentukan bagaiana bit-bit data dikelompokkan menjadi format frame. Pada level
ini terjadi error correction, flow control, pengalamatan perangkat keras atau
(MAC Address), dan mementukan bagaimana perangkat-perangkat jaringan seperti
bridge dan switch layer 2 beroperasi.
Layer ini terdiri dari
2 kelompok yaitu LCC (logical link control) dan MAC (media access control)
Contoh protocol pada
layer ini : Ethernet, Tokenbus, Tokenring, Demand Priority
Layer
1 : Phisycal layer
mendefinisikan
spesifikasi elektrik dan fisik dari devais. secara umum layer ini
mendefinisikan hubungan antara data elektrik dengan media transmisinya. Contoh
dari layer ini adalah, kabel, spesifikasi tegangan, hub, repeater, dll.
Enkapsulasi data
setiap data yang turun
dari layer pertama ke terahir akan mengalami enkapsulasi atau proses
pembungkusan data dengan data terterntu (penambahan header). header berisi
informasi-informasi yang spesifik pada setiap layer. isi dari header ini akar
sesuai pada layer di mana header tersebut ditambahkan. misal layer 4 akan
menambahkan header berisi informasi session dan port. layer 3 menambahkan
header berupa informasi IP address. Sedangkan pada layer 2 selain header
juga ditambahkan trailer, yang merupakan FCS. Frame Check Sequence. Demikian
yang terjadi pada layer pengirim, pada layer penerima terjadi hal sebaliknya
yaitu dekapsulasi atau pembacaan data. Proses ini merupakan pembacaan data atau
pembukaan header-header dari layer data link hingga application.
Same layer interaction
: Interaksi yang terjadi pada layer yang sama. Interaksi ini digambarkan dengan
pembacaan informasi/header pada layer yang bersesuaian di sisi yang lain.
Adjacent layer
interaction : interaksi antar layer pada host yang sama.
Layer 7, 6, dan 5 pada
model OSI biasa juga disebut upper layer. Upper layer (Application Set)
memiliki fungsi untuk menangani serangkaian proses yang diperlukan dalam
persiapan pengririman data, tanpa melakukan pemecahan data.
Layer 4, 3, 2, dan 1
pada model OSI juga disebut lower layer. Lower layer (Transport Set) berfungsi
untuk menangani dan melakukan proses pengiriman data dengan melakukan pemecahan
data dan penambahan header-header yang diperlukan.
Model TCP/IP
TCP/IP merupakan model
jaringan yang diusulkan oleh departemen pertahanan Amerika Serikat. Model ini
dibuat oleh lemaga bernama “DARPA” pada tahun 70an sampai 80an, sehingga sering
disebut juga DARPA reference model. Model ini disebut TCP/IP karena TCP/IP
merupakan protocol utama dalam model ini, pada awalnya model ini diterapkan
dalam jaringan yang bernama ARPANET, namun saat ini telah menjadi protocol
standar bagi jaringan yang lebih umum disebut internet.
Model TCP/IP memiliki 4
layer. Pemetaan menjadi 4 layer ini dilakukan untuk menyesuaikan model
layer-layer pada model OSI.
.
Pada gambar diatas
dapat bahwa model TCP/IP memiliki 4 layer
- Layer ke 4. Application Layer :
Layer ini berfungsi
untuk menyediakan akses aplikasi terhadapa jaringan TCP/IP. Layer ini menangani
high-level protokol, representasi datra, proses encoding, dan dialog
control yang memungkinkan terjadinya komunikasi antar-aplikasi jaringan.
- Layer ke 3. Host-to-Host layer/
Transport layer :
berfungsi untuk membuat
komunikasi antar host. Layer ini menyediakan layanan pengiriman dari sumber
data menuju ke tujuan data dengan cara membuat koneksi logikal. Pada layer ini
juga terjadi penanganan masalah reabilitas, flow control, dan error correction.
Pada layer ini terdapat 2 tipe pengiriman data yaitu TCP dan UDP.
- Layer ke 2. Internet
layer :
REPORT THIS AD
berfungsi untuk
melakukan routing, dan pembuatan paket IP menggunakan teknik enkapsulasi. Layer
ini akan memilih rute terbaik yang akan dilewati paket data dalam
jaringan, serta melakukan packet swicthing untuk mendukung tugas tsb.
- Layer ke 1. Network
Interface/Network Access layer/Host to Network :
Berfungsi meletakkan
frame-frame data yang akan dikirim ke media jaringan. Menjadi perantara dengan
LAN card. Mengubah unit data menjadi frame dan mengkonversi frame tersebut
menjadi arus elektrik untuk kemudian dikirimkan melalui medium transmisi.
Mendefenisikan MAC address dan melakukan error checking pada frame yang
diterima.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar